Selasa, 30 April 2013
Hakikat Karangan Ilmiah
Pengertian Hakikat Karangan Ilmiah :
karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, dan pengetahuan orang lain sebelumnya.
Fungsi karya ilmiah :
sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
1. Penjelasan (explanation)
2. Ramalan (prediction)
3. Kontrol (control)
ciri-ciri Karangan Ilmiah :
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Struktur Penulisan Ilmiah :
1.Bagian awal
2.Bagian Pokok :
- Bab Pendahuluan
- Bab Landasan Teori
- Bab Pembahasan
- Bab Penutup
3.Bagian Akhir
A. Bagian Awal
- Halaman Judul : Ditulis sesuai dengan cover depan standar Penulisan Ilmiah Universitas Gunadarma
- Lembar Pengesahan : Lembar pengesahan proposal skripsi berisi tanda tangan dan nama lengkap beserta gelar dari judul skripsi, pembuat, pembimbing dan penguji
- Abstak :Ringkasan isi, ikhtisar, inti (skripsi, laporan, dan sebagainya)
- Kata Pengantar : Berisi ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan ilmiah (a.i. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan)
- Daftar Isi : Lembar halaman yg menjadi petunjuk pokok isi buku beserta nomor halaman.
- Daftar Tabel : Lembar halaman yang menjadi petunjuk isi penulisan ilmiah beserta nomor halaman tabel.
B. Bagian Pokok
BAB I : PENDAHULUAN
- Latar Belakang, Berisi penjelasan yang berkaitan dengan fenomena atau alasan yang mendasari penulis memilih untuk meneliti tema yang ditulis.
- Rumusan dan Batasan Masalah, mengidentifikasikan, membatasi dan selanjutnya merumuskan masalah yang hendak diteliti.
- Tujuan Penelitian, berisi tujuan penelitian yang hendak dicapai
- Manfaat Penelitian,berisi manfaat penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian tersebut.
- Metode Penelitian, berisikan tentang bagaimana secara ilmiah, penelitian akan dilakukan.
BAB II : LANDASAN TEORI
- Kerangka Teori, berisi pengertian dan pemahaman mengenai teori yang relevan dengan topik
- Kajian Penelitian Sejenis, berisikan kajian terhadap hasil-hasil penelitian sejenis yang memiliki kesamaan variabel.
- Alat Analisis, penjelasan rinci mengenai berbagai alat analisis deskriptif dan kuantitatif yang digunakan.
BAB III : METODE PENELITIAN
menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.
BAB IV : PEMBAHASAN
- Data dan Profil Objek Penelitian, berisi data dan profil singkat objek penelitian.
- Hasil Penelitian dan Analisis, menyajikan data dan hasil penelitian.
- Rangkuman Hasil Penelitian, rangkuman hasil penelitian yang umumnya dapat disajikan dalam tabel ringkasan hasil.
BAB V : PENUTUP
- Kesimpulan, berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis yang diperoleh dari penelitian.
- Saran, ditujukan kepada pihak-pihak terkait sehubungan dengan hasil penelitian.
C. Bagian Akhir
- daftar pustaka, berisi daftar referensi yang digunakan dalam penulisan.
- lampiran, penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik atau tabel.
- Daftar Simbol, berisi deretan symbol-simbol yang digunakan dalam penulisan,lengkap dengan keterangannya.
Kamis, 21 Maret 2013
PENALARAN DEDUKTIF DAN PENALARAN INDUKTIF
1. Penalaran
Pengertian
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.
2. Penalaran Deduktif
Pengertian
Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pembentukan teori, hipotesis, definisi operasional,instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahuluharus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian dilapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakankata kunci untuk memahami suatu gejala.
contoh penulisan :
- Semua manusia pasti mati (premis mayor)Sokrates adalah manusia. (premis minor)Sokrates pasti mati. (kesimpulan)
- Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
- DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
3. Penalaran Induktif
Pengertian
Penalaran Induktif adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan danmelakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamatilapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala.Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalammenangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikangejala dan melakukan generalisasi.
contoh penulisan :
(sebab-akibat)
Harga bawang dan kebutuhan pokok lainnya melonjak tinggi. Kenaikan harga-harga tersebut mencapai dua kali lipatnya dari harga semula. Beberapa warung makan gulung tikar dan sebagian yang lain menaikkan harga dagangannya. Oleh karena itu, biaya hidup anak kost atau para perantau terutama di kota-kota besar bertambah mahal.
Ciri-ciri Penalaran Induktif :
> Menyebutkan peristiwa " khusus "
> Menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa khusus
> Kesimpulan terdapat diakhir paragraf
> Menemukan kalimat utama,gagasan utama,kalimat penjelas kalimat utama paragraf induktif terletak diakhir paragraf
> Gagasan utama terdapat pada kalimat utama
> kalimat penjelas teletak sebelum kalimat utama,yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
> kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasan utama.
sumber :- http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
- http://jamal-merdeka.blogspot.com/2012/10/penalaran-deduktif-induktif-dan.html
- http://www.scribd.com/doc/60303348/Contoh-Penalaran-Deduktif-Dan-Induktif
- http://www.pustakasekolah.com/mengenal-teks-berpola-induktif.html
Selasa, 04 Desember 2012
Faktor-faktor Demografi
Seberapa jauh pengaruh demografi didalam memilih gadget ???
Gadget merupakan alat teknologi canggih yang berkembang sedemikian rupa mengikuti bahkan mendahului kebutuhan manusia, alat-alat tersebut didesain dinamis dan komplit dengan fitur canggih didalamnya. Beberapa gadget yang kita kenal seperti handphone, Ipod, Ipad, Iphone, Laptop, Blackberry hingga Tablet. Semua jenis gadget tersebut digandeng oleh perusahaan raksasa yang berusaha menarik para konsumen dengan menyediakan fitur dan fasilitas menarik di dalamnya. Semakin compact ukurannya, semakin canggih fasilitasnya maka semakin banyak peminatnya.
berikut faktor-faktor yang berpengaruh dalam memilih gadget handphone :
- gendre (jenis kelamin) : dalam hal ini juga berpengaruh dalam memilih gadget handphone. Pada wanita sosok yang lebih mementingkan kecantikan diri, gaya, trend dan perkembangan zaman lebih suka menggunakan handphone yang terlihat glamour, girly, dan elegant yang pasti fitur yang sesuai dengan perkembangan zaman tapi juga tak berlebihan, sedangkan laki-laki yang terkadang sosok yang tidak ekspresif bahkan cenderung misterius, kaku dan bersifat konservatif ini lebih suka menggunakan handphone yang tidak terlalu mencolok, warna gelap, simpel, berbentuk lebar dan slim dan pastinya tidak kalah canggih dengan handphone yang digunakan para wanita. Kembali lagi kepada perseorangan masing-masing.
- usia : dari anak-anak, remaja, paruh baya hingga orang tua menggunakan fasilitas gadget demi kemudahan berkomunikasi. Tetapi kebutuhan seorang anak berbeda-beda dengan tingkatannya seperti SD, SMP, SMA, Perguruan tinggi, para perkerja dan pembisnis. Disini terlihat usia berpengaruh besar dalam pemilihan gadget. Para anak-anak mungkin memilih gadget yang canggih tetapi mungkin mereka belum mamaksimalkan dalam menggunakan. Hanya saja mungkin untuk eksis di jejaring sosial, beda hal nya dengan para pekerja dan pembisnis yang menggunakan gadget dengan maksimal. Selain untuk alat berkomunikasi kepada koleganya juga dapat mencari informasi, menshare barang dagang nya dsb nya.
- hobby : hobby merupakan kegemaran, kesenangan istimewa pada waktu senggang. Setiap orang mempunyai hobby yang berbeda-beda. Handphone/gadget dengan fitur yang lengkap juga berpengaruh dalam menunjang hobby. misalnya saja hobby mengedit foto, berbisnis online bisa jadi ladang usaha bagi si pehobby, berbelanja dengan online pun bisa dikatakan sebagai hobby hanya saja memiliki resiko yang tinggi.
pendapat saya mengapa saya memilih androit ???
Berikut kelebihan dan kekurangan android:
Kelebihan Android :
• Android bersifat terbuka, karena berbasis linux yang memang open source jadi bisa dikembangkan oleh siapa saja
• Akses mudah ke Android App Market : Pemilik android adalah orang yang gemar utak atik handphone, dengan Google Android App Market anda bisa mendownload berbagai aplikasi dengan gratis
• Sistem Operasi Merakyat : Ponsel Android, beda sekali dengan iOS yang terbatas pada iphone dari Apple, maka Android punya banyak produsen, dengan gadget andalan masing masing mulai HTC hingga Samsung
• Fasilitas penuh USB. Anda bisa mengganti baterai, mass storage, diskdrive, dan USB tethering
• Mudah dalam hal notifikasi : sistem operasi ini bisa memberitahukan Anda tentang adanya SMS, Email, atau bahkan artikel terbaru dari RSS Reader. Bahkan anda tidak akan terlewat dalam hal misscall sekalipun
• Mendukung semua layanan Google : sistem operasi Android mendukung semua layanan dari google mulai dari Gmail sampai Google reader. semua layanan google bisa anda miliki dengan satu sistem operasi yaitu Android
• Install ROM modifikasi : kita kadang mendapati ROM yang tidak resmi. Maksudnya adalah versi yang telah rilis tidak sesuai dengan spesifikasi ponsel kita, jalan terakhir kita adalah modifikasi. Jangan khawatir ada banyak custom ROM yang bisa Anda pakai di ponsel Android, dan dijamin tidak akan membahayakan perangkat anda.
Kekurangan/ Kelemahan Android :
• Terhubung dengan internet : Android bisa dibilang sangat memerlukan koneksi internet yang aktif. Setidaknya harus ada koneksi internet GPRS di daerah anda, agar perangkat siap untuk online sesuai dengan kebutuhan kita.
• Perusahaan perangkat kadang lambat mengeluarkan versi resmi dari Android milik anda. Meskipun kadang tidak ada perbedaan mencolok dalam hal UI.
• Android Market kurang kontrol dari pengelola, kadang masih terdapat malware.
• Sebagai penyedia layanan langsung, terkadang pengguna sangat sulit sekali terhubung dengan pihak Google.
• Kadang sering terdapat iklan : karena mudah dan gratis, kadang sering diboncengi iklan. Secara tampilan memang tidak mengganggu kinerja aplikasi itu sendiri, karena memang kadang berada di bagian atas atau bawah aplikasi.
• Boros Baterai, ya memang android lebih boros dibandingkan dengan OS yang lain. hal ini karena memang OS ini banyak “process” di background yang mengakibatkan baterai cepat habis
saat ini saya menggunakan handphone samsung galaxy s advance "sebenarnya saya tidak suka memakai hape yang besar-besar dan lebar hanya saja saya menyukai bentuk nya yang tipis dan elegant, dan mempunyai fitur-fitur yang mendukung hobby memudahkan terhubung dengan jejaring sosial dan spesifikasi yang menurut saya hape ini cocok dengan saya"
SUMBER : http://www.gadgeds.info/2012/01/kelebihan-dan-kekurangan-android.html
http://www.analisadaily.com/
Selasa, 06 November 2012
Rabu, 17 Oktober 2012
SEGMENTASI PASAR
Pengertian Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah pengelompokkan
pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen, dimana tiap
kelompok (bagian) dapat dpilih sebagai pasar yang dituju
(ditargetkan) untuk pemasaran suatu produk. Agar segmentasi pasar
atau pengelompokkan pasar dapat berjalan dengan efektif maka harus
memenuhi syarat-syarat pengelompokkan pasar sebagai berikut :
1. Measurability, yaitu ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.
2. Accessibility, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dapat secara efektif memusatkan (mengarahkan) usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.
1. Measurability, yaitu ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.
2. Accessibility, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dapat secara efektif memusatkan (mengarahkan) usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.
Manfaat dan Kelemahan Segmentasi
Manfaat dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.
Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi
Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Variabel-Variabel Segmentasi
Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.
2. Status Pengguna
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
3. Tingkat Pemakaian
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
4. Status Loyalitas
Sebuah pasar dapat juga
disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal
terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi
beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen
benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok
lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu
produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek
lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun.
Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka
membeli apapun yang diobral.
http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2041157-pengertian-segmentasi-pasar/
Jumat, 01 Juni 2012
KETAHANAN NASIONAL ENERGI KITA
Ketahanan nasional energi kita saat ini sedang mengalami masalah yang
cukup rumit, permasalahan muncul akibat melonjaknya harga minyak mentah
dunia yang menembus angka $119,83/barel, permasalahan lain pun muncul
akibat Pemerintah RI yang terlambat menaikan harga subsidi bbm jenis
Premium menjadi Rp.6000/liter. hal tersebut dikarenakan keterlambatan
pengesahan RUU pasal 7 ayat 6 nomor 4a tentang kebijakan pemerintah
untuk menaikan harga bbm, hal itu pun berimbas kepada naiknya anggaran
APBN pemerintah untuk menutupi kekurangan harga pembelian harga minyak
mentah dunia.
Secara sistematis Sistem Nasional Ketahanan Energi memang sangat penting bagi sebuah
negara seperti Indonesia. Selain sebagai kemampuan merespon dinamika
perubahan energi global (eksternal) juga sebagai kemandirian untuk
menjamin ketersediaan energi (internal). Sistem Ketahanan Energi mengacu
pada Kebijakan Pengembangan Energi sesuai Undang-Undang Energi Nomor 30
Tahun 2007, yaitu energi memiliki peran bagi peningkatan Kegiatan Ekonomi dan
Ketahanan Nasional.
Pemerintah telah mengubah paradigma kebijakan dari Suplly Side Policy (SSP) menjadi Demand Side Policy (DSP). Sistem Ketahanan Energi dibangun oleh SSP dan DSP. SSP mengatur
Jaminan Pasokan dalam bentuk Eksplorasi-Produksi dan Konservasi
(Optimasi) Produksi. Sedang DSP mendorong Kesadaran Masyarakat untuk
melakukan Diversifikasi dan Konservasi (Efisiensi).
Pengubahan paradigma tersebut justru sangat baik untuk negara kita, setidaknya pemerintah tidak tinggal diam dalam mengatasi ketahanan nasional energi negara Indonesia yang sedang melemah, karena paradigma tersebut membuat pemerintah kita berfikir untuk terus membenahi masalah terutama pada masalah minyak mentah dunia.
Pengubahan paradigma tersebut justru sangat baik untuk negara kita, setidaknya pemerintah tidak tinggal diam dalam mengatasi ketahanan nasional energi negara Indonesia yang sedang melemah, karena paradigma tersebut membuat pemerintah kita berfikir untuk terus membenahi masalah terutama pada masalah minyak mentah dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)